Sleep apnea dan fibrilasi atrium (AFib) dapat terjadi secara bersamaan tanpa gejala yang jelas. Banyak orang menganggap mendengkur atau jantung berdebar hanya sebagai gejala keletihan biasa. Pada kenyataannya, hal ini bisa menjadi sinyal peringatan dini dari kondisi mendasar seperti sleep apnea atau fibrilasi atrium (AFib). Walaupun belum sepenuhnya diketahui mekanismenya, studi menunjukkan adanya kaitan yang signifikan antara kedua kondisi ini Mengenali tanda-tanda ini sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan dapat berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan jantung.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan jeda pernapasan berulang saat tidur. Jenis yang paling sering ditemukan adalah obstructive sleep apnea (OSA), yang muncul saat otot tenggorokan mengendur saat tidur dan menyebabkan saluran pernapasan menyempit atau tertutup. Obstruksi ini mengurangi kadar oksigen dalam darah dan mengganggu pola pernapasan normal.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan jeda pernapasan berulang saat tidur. Jenis yang paling sering ditemukan adalah obstructive sleep apnea (OSA), yang muncul saat otot tenggorokan mengendur saat tidur dan menyebabkan saluran pernapasan menyempit atau tertutup. Obstruksi ini mengurangi kadar oksigen dalam darah dan mengganggu pola pernapasan normal.
Meskipun tidak semua dengkuran berkaitan dengan sleep apnea, dengkuran keras, terutama bila disertai terengah-engah, suara tersedak, atau terbangun mendadak, dapat menjadi tanda masalah. Terbangun sebentar terjadi karena otak merasa kekurangan oksigen dan memberi sinyal agar tubuh bernapas lagi. Seiring waktu, siklus ini dapat menyebabkan tidur menjadi tidak nyenyak dan meningkatkan risiko kesehatan.
Fibrilasi Atrium (AFib) adalah jenis aritmia yang disebabkan oleh sinyal listrik yang tidak teratur pada ruang atas jantung (atrium). Sinyal abnormal ini menghasilkan detak jantung yang tidak teratur. AFib adalah salah satu bentuk aritmia yang paling umum dan dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk stroke dan gagal jantung, jika tidak diobati.
Orang yang memiliki AFib sering mengalami gejala berupa sesak napas saat beraktivitas sehari-hari, jantung berdebar seperti berdenyut atau berdetak cepat, rasa lelah, maupun pusing. Namun, perlu diketahui bahwa beberapa orang dapat mengalami AFib tanpa gejala yang terlihat.
.
Sleep apnea dan fibrilasi atrium memiliki beberapa faktor risiko yang sama, antara lain:
Meskipun mekanisme pasti yang menghubungkan sleep apnea dan AFib belum sepenuhnya dipahami, penelitian secara konsisten menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara keduanya. Studi menunjukkan bahwa pengobatan AFib sering kurang efektif jika sleep apnea tetap tidak diobati. Hal ini menegaskan bahwa mendeteksi dan menangani kedua kondisi ini sekaligus sangatlah penting. Melakukan langkah proaktif untuk menangani sleep apnea dan AFib dapat membantu melindungi kesehatan jantung serta mengurangi risiko komplikasi serius.
Apabila pasien diduga menderita sleep apnea, pemeriksaan gangguan saat tidur sering kali direkomendasikan. Selama proses ini, tenaga kesehatan juga dapat melakukan elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa adanya ketidakteraturan irama jantung. Mengidentifikasi kedua kondisi ini sejak dini merupakan kunci untuk penatalaksanaan yang efektif.
Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan dua pendekatan:
Perubahan gaya hidup ini dapat membantu menurunkan risiko sleep apnea dan AFib.
2. Dukungan Medis
Perawatan
Dengan diagnosis tepat waktu dan penatalaksanaan yang sesuai, sleep apnea maupun fibrilasi atrium dapat dikendalikan dengan baik, sehingga secara signifikan mengurangi risiko komplikasi serius.
American Heart Association. "Sleep Disorders and Atrial Fibrillation." American Heart Association, www.heart.org/en/health-topics/sleep-disorders/sleep-disorders-and-afib. Accessed August 27, 2025.
Tavares, L., et al. "Sleep Apnea and Atrial Fibrillation: Role of the Cardiac Autonomic Nervous System." Methodist DeBakey Cardiovascular Journal, vol. 17, no. 1, 2021, pp. 49-52, doi:10.14797/zyut2951.
University of Hospitals. "The Connection Between AFib and Sleep Apnea." University of Hospitals, 4 Aug. 2023, www.uhhospitals.org/blog/articles/2023/08/the-connection-between-afib-and-sleep-apnea. Accessed August 27, 2025.