Program Skrining Performa Seksual Program Skrining Performa Seksual

Program Skrining Performa Seksual

Available through 31 Des 2026

Program Skrining Performa Seksual

Apa itu disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi secara medis didefinisikan sebagai ketidakmampuan penis untuk mencapai ereksi yang cukup, untuk mempertahankan ereksi cukup lama selama hubungan seksual, atau menyelesaikan aktivitas seksual. Meskipun tidak mengancam jiwa, kondisi ini dapat menjadi indikator adanya gangguan kesehatan fisik secara umum, terutama penyakit yang disebabkan oleh kelainan pada sistem peredaran darah dan pembuluh darah, seperti stroke dan penyakit jantung iskemik, yang semuanya berkaitan dengan kurangnya aliran darah ke organ tubuh.

Selain itu, disfungsi ereksi juga dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan dan dapat menyebabkan masalah dalam keluarga.


Program skrining performa seksual mencakup pemeriksaan berikut:
  • PSA (Prostate-Specific Antigen): Pemeriksaan darah untuk mengukur jumlah protein PSA (yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan membantu pencairan air mani) dalam darah
  • Testosteron: Pemeriksaan untuk mengukur tingkat hormon seks pria dalam darah
Apa saja yang termasuk dalam pemeriksaan ini?
Pemeriksaan ini melibatkan pemeriksaan fisik oleh ahli urologi, serta pemeriksaan darah untuk mengukur kadar protein PSA dan kadar testosteron.
Untuk pemeriksaan darah ini, pasien tidak diharuskan berpuasa atau membatasi konsumsi air sebelumnya.

Metode pengobatanDisfungsi ereksi pada pria dapat diobati dengan dukungan psikologis, perubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi, atau alat medis. Pilihan pengobatan bergantung pada faktor penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi medis pasien. Dokter akan menentukan pengobatan yang paling sesuai untuk setiap pasien sebagai berikut:
  • Pengobatan: Obat oral digunakan untuk melebarkan pembuluh darah di penis, tetapi harus dengan resep dokter. Penggunaan obat secara mandiri sangat tidak disarankan, khususnya bagi pasien dengan penyakit bawaan maupun penyakit kronis serta kelompok lanjut usia, karena obat disfungsi ereksi yang bekerja melebarkan pembuluh darah dapat menimbulkan efek samping yang berisiko fatal. Jika disfungsi ereksi disebabkan oleh kadar testosteron rendah yang tidak normal, dokter dapat memberikan pengobatan dengan suntikan hormon sintetis untuk mengembalikan kadar hormon ke tingkat normal.
  • Operasi: Implantasi prostesis penis biasanya direkomendasikan hanya jika perawatan lain tidak efektif, karena dapat menyebabkan efek samping. Prosedur ini harus dilakukan oleh ahli bedah urologi dengan keahlian khusus.
  • Terapi gelombang kejut*:  Ini merupakan teknologi terbaru untuk mengobati disfungsi ereksi. Prosedur ini menggunakan terapi gelombang kejut ekstrakorporeal intensitas rendah yang diterapkan secara eksternal ke penis. Terapi ini merangsang pembentukan kapiler baru, meningkatkan sirkulasi darah, dan meningkatkan fungsi ereksi. Metode ini dinilai sangat aman serta tidak menimbulkan efek samping yang berhubungan dengan penggunaan obat. 

*Terapi gelombang kejut hanya boleh dilakukan oleh spesialis. Diagnosis penyebab utama yang tepat sangat penting untuk mengevaluasi dan memilih perawatan yang paling sesuai untuk pasien dan memastikan hasil terbaik.


Siapa yang sesuai untuk menjalani program ini?

  • Pria berusia 40 tahun ke atas
  • Pria yang mengalami disfungsi ereksi
  • Pria yang kekurangan hormon testosteron
  • Orang yang memiliki penyakit bawaan atau kronis, seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, atau diabetes
Program Harga Promosi
(THB)
Program Skrining Performa Seksual
Beli
Srinakarin Shop | Lazada | Shopee
2,900
3,819

Persiapan sebelum konsultasi: Hindari ejakulasi selama 3 hari sebelum pemeriksaan.

Remarks

        Syarat dan Ketentuan

  • Harga termasuk biaya dokter dan biaya layanan rumah sakit
  • Hanya tersedia bagi warga negara Thailand dan warga negara asing yang berdomisili di Thailand
  • Layanan tersedia di Klinik Bedah, Lantai 1, Rumah Sakit Samitivej Srinakarin
  • Tersedia hingga 31 Desember 2026