Nutrisi dan Suplemen Pendukung Sistem Kekebalan Tubuh untuk Kesehatan Anak

Nutrisi dan Suplemen Pendukung Sistem Kekebalan Tubuh untuk Kesehatan Anak

SOROTAN:

  • Anak-anak sebaiknya mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup lima kelompok makanan, karena makanan seimbang memberi tubuh nutrisi penting yang dibutuhkan untuk memproduksi antibodi dan berbagai sel dalam sistem kekebalan tubuh. Namun, orang tua harus mengamati anak mereka untuk melihat gejala selama 3-5 hari setelah memperkenalkan makanan baru guna memastikan tidak ada reaksi alergi.
  • Untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, makanan penambah kekebalan terbaik adalah ASI
  • Suplemen penambah kekebalan untuk anak-anak harus mengandung nutrisi yang membantu membangun kekebalan tubuh mereka. Ini termasuk seng, vitamin D, vitamin C, vitamin A, selenium, protein, dan zat besi.                 

Banyak anak mudah jatuh sakit, terutama saat mulai bersekolah, sementara yang lain memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan jarang sakit, sehingga mereka dapat bermain dan berolahraga sepuasnya. Salah satu faktor kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan yang tepat adalah sistem kekebalan tubuh anak, yang memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, kekuatan, dan berbagai aspek kemampuan pengembangan dan pembelajaran mereka. Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme alami tubuh yang berfungsi untuk melawan dan mencegah infeksi. Sistem kekebalan yang kuat akan membantu mengurangi kemungkinan infeksi dan penyakit.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Kekebalan?

Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan tubuh yang bertanggung jawab melindungi semua sel dari infeksi, peradangan, dan kerusakan. Sistem melakukannya dengan menghilangkan patogen dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari berbagai sistem yang saling berhubungan, termasuk organ, sel, bahan kimia, dan berbagai jenis protein. Jika sistem kekebalan tubuh melemah karena kerusakan dalam tubuh atau perilaku tidak sehat, tubuh menjadi kurang mampu melawan infeksi eksternal. Hal ini mengakibatkan penyakit dan infeksi sering terjadi, dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dan meningkatkan risiko penyakit serius di waktu mendatang.

Bagaimana Makanan Membangun Sistem Kekebalan Tubuh pada Anak-Anak?

Masa kanak-kanak merupakan periode yang lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan masa dewasa karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum sepenuhnya berkembang. Metode utama untuk meningkatkan kekebalan pada anak-anak adalah memastikan mereka mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup makanan dari kelima kelompok makanan. Dengan cara ini, tubuh mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menghasilkan antibodi dan berbagai sel dalam sistem kekebalan tubuh, membantunya berfungsi secara efisien dan tepat untuk usia anak.

Makanan yang Tepat untuk Anak-anak dengan Berbagai Usia

Anak-anak harus mengonsumsi makanan seimbang dari kelima kelompok makanan untuk memastikan mereka mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk memberi mereka energi, kekuatan, dan pertumbuhan yang sesuai dengan usia mereka, sekaligus mendukung perkembangan, pemahaman, dan kemampuan belajar mereka secara keseluruhan. Berikut pedoman pola makan yang direkomendasikan untuk anak-anak berdasarkan usia:

  • Bayi baru lahir hingga 6 bulan: Berikan ASI eksklusif kepada bayi.
  • 6 bulan ke atas: Mulailah memperkenalkan makanan lunak yang sesuai dengan usia.  
  • 1-5 tahun: Anak-anak bisa mulai makan bersama keluarga. Perkenalkan makanan kasar secara bertahap. Sajikan satu centong (lima sendok makan) nasi per makan, dan sekitar dua sendok makan daging atau satu telur. Anak-anak sebaiknya mulai belajar makan sayuran dengan memperkenalkan sayuran berwarna terang ke dalam makanan mereka dalam jumlah sedikit, sekitar setengah sendok makan. Sayuran ini termasuk bok choy (kubis Cina) dan brokoli. Tambahkan minyak untuk anak-anak yang membutuhkan energi tambahan untuk mendukung perkembangan sel saraf dan otak. Minyak bekatul direkomendasikan karena mengandung asam lemak esensial, omega-3, dan omega-6, dalam rasio yang dibutuhkan untuk perkembangan sel saraf dan otak.
    Namun, orang tua harus mengamati anak mereka untuk melihat gejala selama 3-5 hari setelah memperkenalkan makanan baru guna memastikan tidak ada reaksi alergi, seperti ruam atau lendir berdarah dalam feses mereka.
  • 6 tahun ke atas:  Saat memasuki usia sekolah, anak-anak dapat mengonsumsi makanan di sekolah, dengan seorang ahli gizi mengawasi kebutuhan makanan mereka. 

Suplemen Penambah Kekebalan untuk Anak-anak

Selain makanan sehat yang membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, nutrisi penting juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi anak-anak dari penyakit. Hal ini sangat penting khususnya bagi anak-anak usia sekolah, yang sering terpapar kuman dari teman sebaya mereka di sekolah. Berikut ini adalah nutrisi dan vitamin yang meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak: 

  • Seng:  Seng adalah mineral penting yang memiliki peran kunci dalam berbagai fungsi enzim di dalam tubuh. Zat ini membantu fungsi sel darah putih, sehingga kekurangan seng dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Seng banyak terdapat dalam daging merah, makanan laut, dan kuning telur. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa suplementasi seng pada anak-anak dapat berkontribusi pada peningkatan tinggi badan. Namun, pertumbuhan anak tidak hanya bergantung pada seng, tetapi juga kalsium dan asam amino atau protein yang memadai.  
  • Vitamin D: Vitamin D membantu mengatur fungsi sel darah putih. Zat ini dapat diperoleh dari paparan sinar matahari dan juga ditemukan dalam makanan seperti ikan laut dalam, kuning telur, dan hati. Mendorong anak-anak untuk berlari dan bermain di luar adalah cara lain yang efektif bagi mereka untuk mendapatkan cukup vitamin D.
  • Vitamin C: Vitamin C adalah antioksidan yang membantu memperkuat tubuh. Zat ini ditemukan dalam sayuran berdaun hijau dan buah-buahan asam seperti jeruk, jambu biji, dan stroberi. Karena vitamin C dapat dengan mudah hilang ketika terkena panas atau disimpan di lemari es untuk waktu yang lama, sebaiknya gunakan metode memasak seperti mengukus atau menumis cepat untuk menjaga kandungan di dalamnya.
  • Vitamin A: Vitamin A membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Sumber makanan yang baik, mudah diserap, dan bermanfaat meliputi jeroan, kuning telur, serta susu dan produk susu.
  • Selenium: Selenium adalah antioksidan yang lebih kuat daripada Vitamin C dan dapat ditemukan dalam biji-bijian dan daging merah.
  • Protein: Protein membantu perbaikan dan regenerasi jaringan tubuh yang rusak dan mendukung fungsi kekebalan sel darah putih. Kekurangan protein dapat menyebabkan anak-anak lebih rentan terhadap penyakit yang sering dialami, dan ketika sakit, mereka cenderung mengalami gejala yang lebih parah dan waktu pemulihan yang lebih lama.
  • Zat Besi: Daging merah yang tinggi zat besi meliputi hati, babi, dan ayam. 

Tips Menghadapi Anak yang Pilih-pilih Makanan

Banyak orang tua kesulitan menghadapi anak yang pilih-pilih makanan atau mengalami kesulitan makan, sehingga asupan nutrisi penting tidak mencukupi. Berikut beberapa strategi untuk menangani  anak yang pilih-pilih makanan:

  • Batasi asupan susu: Setelah usia 1 tahun, makanan utama harus berupa makanan padat, bukan susu. Anak-anak harus makan tiga makanan padat sehari dan minum 2-3 porsi susu. Mengonsumsi terlalu banyak susu kemasan dapat menyebabkan kekurangan vitamin C, karena proses pengolahan dengan suhu tinggi menghancurkan vitamin C dalam susu, yang dapat mengakibatkan gejala seperti berjalan pincang, keengganan berjalan, dan gusi berdarah.
  • Menetapkan waktu makan rutin: Sajikan makanan pertama setelah bangun tidur, dan tawarkan susu setelah jeda singkat. Jangan memberikan susu atau makanan ringan 2-3 jam sebelum makan untuk memastikan anak lapar dan siap makan makanan berikutnya.
  • Tetapkan batas waktu untuk makan: Jangan biarkan waktu makan anak melebihi setengah jam.
  • Bantu anak-anak mempelajari kebiasaan makan yang sehat: Anak-anak beradaptasi dengan kebiasaan makan baru dengan kecepatan yang berbeda, ada yang membutuhkan waktu 3-4 minggu dan ada pula yang membutuhkan waktu hingga 1-2 bulan. 
  • Bersabarlah dan beri mereka waktu: Orang tua harus bersabar dan memberi anak-anak waktu untuk beradaptasi. Coba tawarkan makanan yang tidak disukai anak berulang kali, sekitar 10-15 kali, karena wajar jika anak ragu-ragu terhadap tekstur atau aroma makanan baru.
  • Perhatikan preferensi anak-anak: Untuk anak-anak yang lebih suka makanan tertentu, perkenalkan makanan baru dalam 10 menit pertama, kemudian izinkan mereka makan makanan pilihan mereka saat waktu makan tersisa 20 menit.
  • Anjurkan konsumsi air minum: Mengonsumsi jus buah atau minuman bersoda dapat menyebabkan anak-anak menyukai makanan manis, dan seiring bertambahnya usia, berpotensi menimbulkan masalah berat badan.     
  • Sesuaikan perilaku keluarga: Orang tua harus menjadi contoh yang baik untuk anak-anak mereka. Jika Anda tidak ingin anak makan atau minum hal-hal tertentu, jangan mengonsumsinya atau menyimpan makanan tersebut di rumah. 
  • Pilih camilan sehat: Orang tua dapat mengganti camilan manis dengan dim sum atau roti kukus, menawarkan buah, bukan jeli atau permen, dan mengganti es krim dengan yoghurt, buah beku, atau smoothie.
  • Buat kesepakatan: Misalnya, orang tua dapat membuat kesepakatan dengan anak bahwa mereka boleh makan satu camilan kecil setelah makan.
  • Variasi makanan: Agar tidak monoton, berikan berbagai pilihan makanan. Misalnya, untuk karbohidrat, 1 sendok makan nasi setara dengan 1 potong roti, ½ porsi nasi ketan, atau segenggam makaroni atau mi. Untuk protein, sertakan babi, ayam, ikan, dan tahu. 
  • Puji kebiasaan makan yang baik: Gunakan afirmasi positif seperti kata-kata pujian atau stiker sebagai hadiah. 
  • Libatkan anak-anak yang lebih besar: Biarkan anak-anak yang lebih besar ikut serta menyiapkan makanan, seperti membawa piring atau menata meja.  
  • Hiasi piring mereka agar makanan terlihat lebih menarik bagi anak-anak. 
  • Makan bersama di meja sebagai keluarga dalam suasana yang menyenangkan.
  • Jika akan makan di luar, pilih restoran bersih yang menyajikan makanan yang baru disiapkan, dimasak hingga matang, bersih, dan aman yang cocok untuk anak-anak.

Pola makan yang baik itu penting. Nutrisi yang tepat memastikan anak-anak sehat, bertubuh kuat, tumbuh secara proporsional dan sesuai dengan usia mereka, serta dapat berkembang hingga mencapai potensi penuh mereka. Jika anak-anak kekurangan energi, vitamin, dan mineral, orang tua harus menyesuaikan pola makan dan perilaku mereka. Jika hal ini tidak memungkinkan atau ada kekhawatiran, orang tua harus membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan fisik dan saran yang tepat.

Skor rating