Istilah penyakit jantung meliputi berbagai kondisi, yang dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok, termasuk penyakit yang melibatkan kelainan pada otot dan/atau katup jantung, penyakit yang melibatkan kelainan pada arteri koroner, penyakit yang melibatkan kelainan pada sistem konduksi listrik jantung, dan penyakit yang melibatkan kelainan pada perikardium. Beberapa jenis penyakit jantung mungkin sudah ada sejak lahir, sementara yang lain dapat berkembang di kemudian hari. Faktor dan risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung meliputi:
Berbagai jenis penyakit jantung sering terjadi tanpa penyebab yang diketahui. Namun, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penyakit jantung adalah predisposisi genetik. Bahkan individu yang tampak sehat, berolahraga secara teratur, dan tidak memiliki gejala yang jelas pun mungkin masih rentan terhadap penyakit jantung bawaan.
Telah ditemukan bahwa beberapa jenis penyakit jantung bawaan dapat terjadi pada 1 dari 200 individu dalam populasi umum. Prevalensi yang relatif tinggi ini menegaskan potensi hilangnya nyawa yang ditimbulkan oleh penyakit jantung, bahkan pada usia muda, dan kemungkinan penularan dari orang tua ke keturunan mereka.
Dalam kasus ketika penyakit jantung genetik terdeteksi, dokter umumnya akan memberikan panduan mengenai penyakit tersebut, menyusun rencana pengobatan, dan menjadwalkan pemeriksaan tindak lanjut secara berkala. Selain itu, dokter dapat merekomendasikan tes skrining untuk anggota keluarga untuk menentukan apakah mereka berisiko terkena jenis penyakit jantung yang sama. Hal ini mungkin meliputi menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan berbagai tes laboratorium, yang mungkin termasuk pengujian genetik.
Menjalani pengujian genetik sebelum mengalami gejala apa pun karena memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung dan kecurigaan adanya penyakit jantung bawaan dapat memberikan informasi yang berguna dalam menilai risiko dan merencanakan pengobatan tepat waktu. Hal ini dapat membantu mencegah timbulnya penyakit, meringankan gejala yang parah, dan mencegah risiko kematian mendadak akibat penyakit jantung.
ARTIKEL