SOROTAN:
- Pada tahap usia ini, anak-anak menggunakan daya imajinasi untuk membangun dunia fantasi.
- Orang tua sebaiknya memberi ruang kepada anak untuk mengembangkan daya pikirnya.
- Kreativitas dan rasa ingin tahu meningkatkan kemajuan dan perkembangan anak di setiap tahap.
Semua orang tua menyadari pentingnya perkembangan EQ dan IQ yang tepat untuk anak-anak mereka. Meskipun faktor genetik berperan cukup besar dalam perkembangan EQ dan IQ, orang tua juga dapat membantu mengembangkan dan meningkatkan EQ dan IQ anak agar dapat tumbuh sesuai potensi terbaiknya.
Sebelum dan selama kehamilan
- Ibu harus menjaga kesehatan, mendapatkan vaksinasi yang diperlukan, serta mengonsumsi folat sebelum kehamilan.
- Selama masa kehamilan, pemeriksaan rutin sangatlah penting. Pastikan ibu mengonsumsi vitamin, zat besi, dan kalsium sesuai anjuran dokter kandungan. Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
- Jaga pola makan yang sehat untuk meningkatkan perkembangan otak bayi selama masa kehamilan.
Cara merawat bayi setelah lahir
Periode pertama: Sejak lahir hingga usia 1 tahun
EQ: Pahami tangisan bayi dan kenali kebutuhannya berdasarkan waktu, karakter tangisan, serta bahasa tubuh untuk mengetahui apakah ia merasa lapar, mengantuk, bosan, atau popoknya basah. Jika bayi merasa senang setelah Anda merespons, itu berarti Anda telah memenuhi kebutuhannya dengan tepat. Dengan demikian, bayi akan memercayai Anda dan merasa bahwa ia dicintai serta diterima. Perasaan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan harga dirinya.
IQ: Pada tahap usia ini, bayi mengeksplorasi sekitarnya dengan menggunakan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan sentuhan. Berikan bayi banyak pelukan dan biarkan ia melihat warna, mendengar berbagai suara dan bunyi, serta menyentuh benda-benda di sekitarnya. Pada tahap ini bayi belajar tentang lingkungan sekitarnya serta dirinya sendiri.
Usia 1 hingga 3 tahun
EQ: Pada tahap ini, balita mulai mengekspresikan emosinya. Anda perlu memahami emosi anak dan menyadari bahwa perasaan marah, frustrasi, atau cemburu adalah hal yang normal. Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang hal ini atau menganggap anak Anda berbeda, karena setiap anak memiliki perasaan. Namun, penting untuk mengajarkan anak Anda mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang tepat secara sosial. Misalnya, ajak anak untuk mengungkapkan emosinya dengan kata-kata atau mengambil jeda sejenak saat ia merasa marah. Daripada memukul dan memarahi, Anda sebaiknya mengajarkan anak aturan sederhana dan batasan agar ia mampu beradaptasi dengan orang lain di lingkungan yang lebih besar, misalnya sekolah.
IQ: Balita juga senang menjelajahi lingkungan di luar rumah. Mereka menjadi lebih mandiri dan ingin melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri, dan terkadang tidak mau mengikuti arahan orang tua. Izinkan anak mengeksplorasi objek di dalam dan luar rumah, tetapi tetap dalam suasana aman dan di bawah pengawasan. Untuk menambah pengalaman anak, Anda sebaiknya membawanya ke tempat yang sesuai dengan usianya agar kemampuan dan proses berpikirnya berkembang.
Usia Belajar: 3 hingga 10 tahun
EQ dan IQ: Anak-anak pada usia ini belajar tentang etiket dan aturan sosial, baik di sekolah maupun selama interaksi dengan teman-teman mereka. Orang tua memiliki peran penting dalam mendorong anak untuk memahami serta menikmati kehidupan bersama orang di sekitarnya. Anda perlu menjadi panutan bagi anak dan menekankan pentingnya menghormati aturan serta hak orang lain demi terciptanya kehidupan yang harmonis.
Anak-anak pada usia ini umumnya mulai memasuki tahap berpikir rasional. Mereka selalu mengajukan pertanyaan dan mencari penjelasan. Anak-anak belajar melalui mencoba dan melakukan kesalahan. Ini dapat membantu mereka menemukan minat sekaligus membangun rasa percaya diri dan harga diri. Orang tua sebaiknya memberikan pujian kepada anak ketika ia berhasil atau melakukan sesuatu dengan baik. Namun, ketika anak Anda melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, hindarilah segala bentuk kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Sebagai gantinya, berikan semangat dan tekankan bahwa melakukan kesalahan atau kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, kita dapat belajar dari kesalahan agar tidak mengulanginya di kemudian hari. Orang tua harus menunjukkan bahwa upaya anak selama proses melakukan sesuatu lebih penting daripada hasil akhirnya. Dengan usaha yang tekun dan tidak mudah menyerah, anak akan mencapai keberhasilan pada waktunya.
Pada tahap ini, anak-anak senang berimajinasi dan membangun dunia fantasi. Dalam mengekspresikan imajinasinya, mereka sering menceritakan hal-hal yang kadang tidak masuk akal bagi orang dewasa. Namun, orang tua harus berpikiran terbuka dan mendengarkan pendapat anak serta memberinya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang disukai. Orang tua sebaiknya tidak membatasi pemikiran anak atau memaksakan keyakinan mereka karena kreativitas membuat anak memiliki keunikan tersendiri. Kreativitas adalah salah satu jalan menuju kesuksesan. Orang-orang menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan penemuan baru di dunia. Kreativitas dan rasa ingin tahu meningkatkan kemajuan dan perkembangan anak, bahkan setelah masa sekolah berakhir. Jika tidak menerima dukungan yang tepat, keterampilan ini akan hilang saat mereka tumbuh dewasa.