Share the message

Apa saja yang ditakuti COVID-19?

SOROTAN:

  • Tempat-tempat, peralatan, atau benda-benda yang disentuh banyak orang setiap harinya harus dibersihkan hingga tuntas menggunakan pembersih berbahan dasar alkohol tiap 2 jam sekali, termasuk pegangan pintu, pegangan jalan atau tangga, dan meja.
  • Suhu di atas 60 derajat Celsius dapat menghancurkan virus SARS-CoV-2 baru, tetapi minum minuman panas ataupun mandi air panas tidak berefek pada virus.
  • Memelihara sistem kekebalan yang kuat dengan istirahat cukup, olahraga teratur, pola makan sehat dan seimbang, serta mematuhi pedoman medis dapat membantu tubuh melawan COVID-19.

 

Virus SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab COVID-19 telah melahirkan wabah global. Kini, kita semua harus paham cara memerangi virus ini, termasuk menghancurkan atau mengurangi penyebarannya.

  1. Konsentrasi etil alkohol (etanol) setidaknya 70% mampu menghancurkan virus SARS-CoV-2. Semua tempat, peralatan, atau benda-benda yang kerap disentuh seperti pegangan pintu, pegangan jalan atau tangga, dan meja, harus dibersihkan hingga tuntas menggunakan cairan berbahan alkohol dengan konsentrasi setidaknya 70% tiap 2 jam sekali. Barang lain seperti selimut, tempat tidur, peralatan dapur, piring, alat makan, sendok garpu, dan gelas, disarankan agar menggunakan larutan pembersih yang ampuh.

 

  1. Pembersih rumah tangga berbahan klorin yang mengandung natrium hipoklorit, obat pemutih atau klorin cair, dapat digunakan untuk membunuh virus. Merek-merek seperti Haiter dan Clorox mengandung natrium hipoklorit konsentrasi tinggi. Tetapi, bila menggunakan merek-merek ini, natrium hipoklorit harus diencerkan hingga konsentrasi paling encer yakni 0,5%, yang masih cukup kuat untuk menghancurkan coronavirus.

Untuk memastikan konsentrasinya 0,5%, ketika menggunakan Haiter atau Clorox yang mengandung natrium hipoklorit 6%, encerkan 1 bagian produk dengan 11 bagian air.

  1. Disinfektan Dettol dijual dalam dua jenis yakni: Disinfektan Serbaguna Higienis Dettol dan Disinfektan Antiseptik Dettol, yang masing-masing punya kegunaan sendiri.
    1. Disinfektan Serbaguna Higienis Dettol mengandung 2% konsentrasi bahan aktif alkil dimetil benzil amonium klorida yang meski dapat membunuh virus, tidak boleh digunakan pada kulit.
    2. Disinfektan Antiseptik Dettol (bertanda mahkota biru pada labelnya) mengandung 4% konsentrasi bahan aktif kloroksilenol, yang cocok untuk penggunaan pada kulit. Ketika menggunakan produk ini sebagai disinfektan untuk permukaan benda, disarankan untuk mengencerkan 1 bagian produk dengan 39 bagian air. Ketika digunakan pada kulit, misalnya untuk membersihkan luka, perbandingan produk dengan air sebesar 1:20. Ketika digunakan untuk keperluan perawatan diri, perbandingannya sebesar 1:40.

Badan Lingkungan Nasional di Singapura telah meneliti produk disinfektan yang mampu menghancurkan turunan-turunan coronavirus sebelumnya. Namun, karena virus SARS-CoV-2 masih sangat baru, belum ada penelitian ataupun data yang terkait secara spesifik dengan turunan coronavirus ini. Tabel berikut menunjukkan hasil penelitian coronavirus sebelumnya.

Tabel: Disinfektan dan konsentrasi yang diperlukan untuk menghancurkan coronavirus (% v/v)

Disinfektan Konsentrasi
Hidrogen peroksida terakselerasi 0.5 %

Benzalkonium klorida

(Alkil dimetil benzil amonium klorida)

0.05 %
Kloroksilenol 0.12 %
Etil alkohol 70 %
Iodin dalam iodofor 50 ppm
Isopropanol 50 %
Iodin povidon 1 % iodine
Natrium hipoklorit 0.05 – 0.5 %
Natrium klorida 0.23 %

 

  1. Suhu 60 derajat Celsius lebih akan membunuh virus SARS-CoV-2 baru. Semua makanan harus dimasak setidaknya sampai suhu ini. Meski demikian, minum minuman panas ataupun mandi air panas tidak berefek pada virus.
  2. Cuci cucian menggunakan deterjen untuk menyingkirkan kontaminasi virus.
  3. Cuci tangan teratur dengan air dan sabun atau gel berbahan alkohol selama sekurang-kurangnya 20 detik akan membantu mengurangi penyebaran virus.
  4. Sistem kekebalan yang kuat berarti pertahanan yang kuat terhadap virus. Tingkat kematian COVID-19 tampak meningkat pada lansia, yang salah satunya disebabkan karena menurunnya kekebalan terhadap penyakit. Memperkuat sistem kekebalan dengan banyak istirahat, olahraga teratur, pola makan sehat, serta mematuhi pedoman medis dapat membantu tubuh melawan penyakit secara signifikan.

 

Related Package

Once That Matters

Protect Yourself, Protect Your Family

 

Mengirim Pertanyaan Ringkas

Please complete the form below and we'll get back to you within 48 hours with a response

Rate This Article

User rating: 0 out of 5 with 0 ratings

Dokter yang Disarankan

Payia Chantadisai, M.D. Ringkasan: Internal Medicine Infectious Diseases