Share the message

Yang mungkin belum Anda ketahui tentang Bell’s palsy

SOROTAN:

  • Mereka yang berisiko menderita Bell’s palsy adalah para penyandang stres atau kurang istirahat, penderita diabetes dan para penderita gangguan pernapasan, seperti flu biasa atau virus influenza.
  • Gejala gangguan ini biasanya akan hilang setelah 1-2 bulan, tetapi sekitar 10% dari orang-orang yang sempat mengalami Bell’s palsy berisiko mengalaminya lagi. Ini kemudian dapat memengaruhi sisi wajah yang berhadapan, lalu sisi lainnya.
  • Kondisi ini tidak berbahaya jika ditangani dengan tepat dan cepat, karena hampir 100% kasus dapat disembuhkan dalam dua bulan pertama.

 

Anda mungkin khawatir jika tiba-tiba salah satu sisi mulut Anda mulai tertarik ke bawah. Inilah salah satu gejala gangguan yang disebut Bell’s palsy, yaitu gangguan yang terjadi ketika saraf kranial yang mengendalikan fungsi wajah membengkak dan meradang.

Bell’s palsy dapat terjadi pada siapa pun berapa pun usianya, terlepas dari jenis kelamin, pekerjaan dan sukunya. 1 di antara 500 orang berisiko terkena gangguan ini.

Gejala gangguan ini cenderung datang tiba-tiba, namun tanda-tanda seperti rasa sakit di belakang telinga biasanya muncul dan diikuti oleh mulut tertarik ke bawah sampai-sampai mata penderita tidak bisa tertutup sepenuhnya.

Akibatnya, mata mengalami iritasi karena tidak bisa menutup dan kering. Atau, saat makan, si penderita mungkin mulai mengeluarkan liur dari satu sisi mulutnya. Gejala ini bisa jadi memburuk dan ini jelas terlihat bagi orang di sekitarnya karena penderita harus bersusah payah untuk bicara, tersenyum, atau berkedip. Beberapa mengalami kesulitan menggerakkan bibirnya, menutup mata dan mengangkat alisnya, sedangkan yang lain jadi susah bicara, dan otomatis susah bersiul atau minum dengan sedotan. Gejala ini disebabkan malfungsi otot wajah di sisi wajah yang satu, dan beberapa penderita mengeluhkan rasa bengkak, kencang dan kaku di sisi lain wajah mereka. Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh penumpukan darah di daerah itu, karena otot-otot wajah gagal berfungsi seperti sebelumnya. Pada area wajah, terjadi stimulasi sel sensoris, sehingga timbul rasa kaku. Akan tetapi, kondisi ini tidak merusak reseptor sensoris di wajah sama sekali. Gejala lain yang mungkin dialami mencakup rasa kaku di sisi lidah yang sama dengan sisi wajah yang mengalami gangguan, sehingga makanan terasa hambar.

Gejala Bell’s palsy ini cenderung hilang dalam 4-8 minggu, namun 10% penderitanya berisiko mengalaminya kembali. Jika sampai kambuh, ini bisa memengaruhi sisi wajah yang berhadapan. Selain itu, ini bisa memengaruhi satu area pada wajah dan akan terus seperti itu lebih lama lagi atau bahkan seumur hidup.

Siapa yang berisiko terkena Bell’s palsy?

  • Wanita hamil, terutama pada kehamilan semester ketiga, atau setelah melahirkan
  • Mereka yang memiliki riwayat gangguan ini dari keluarga
  • Penderita Diabetes
  • Mereka yang menderita gangguan pernapasan sebelumnya, seperti flu biasa atau influenza
  • Mereka yang tidak cukup beristirahat dan memiliki tubuh lemah sehingga daya tahan tubuh rendah dan rentan terhadap penyakit dan infeksi
  • Mereka yang mengalami stres
  • Mereka yang pernah mengalami kecelakaan

Yang harus Anda lakukan jika mengalami gejala ini

  • Gunakan obat tetes mata untuk melembapkan mata
  • Oleskan lilin obat ke mata Anda sebelum tidur atau gunakan bantalan mata untuk mencegah debu masuk ke mata saat tidur
  • Kenakan kacamata saat bepergian agar angin dan partikel debu tidak masuk ke mata
  • Jangan mengucek mata yang terganggu
  • Ikuti sesi terapi fisik secara rutin, khusus untuk melatih otot wajah, dan gunakan peralatan khusus yang mampu menstimulasi otot wajah yang melemah, seperti laser

Sampai sekarang, penyebab Bell’s palsy belum diketahui, tapi gangguan ini diyakini terjadi saat suatu kelainan memengaruhi pasangan saraf kranial ke-7 dan kemudian menyebabkan pembengkakan dan kurangnya darah yang diangkut ke otot-otot wajah setelah itu, sehingga menyebabkan kelumpuhan. Akan tetapi, gejala gangguan ini berbeda dengan stroke, karena stroke memengaruhi separuh anggota tubuh dan penderita biasanya mengalami cacat permanen.

Bell’s palsy tidak termasuk gangguan yang parah apa pun bentuknya, karena 100% penderita bisa disembuhkan dalam dua minggu pertama, asalkan penderita tersebut menerima pengobatan yang sesuai pada waktu yang tepat.

 

Mengirim Pertanyaan Ringkas

Please complete the form below and we'll get back to you within 48 hours with a response

Rate This Article

User rating: 5 out of 5 with 2 ratings

Dokter yang Disarankan

Kaseansom Viranuvatti, M.D. Ringkasan: Internal Medicine Internal Medicine