Share the message

Hepatitis A dan B: Pencegahan dengan Vaksin

SOROTAN:

  • Infeksi hepatitis tidak hanya berdampak buruk pada fungsi hati tetapi juga dapat menyebabkan inflamasi hati kronis jika tidak diobati, sehingga penderita berisiko menderita sirosis hati dan berujung pada kanker hati.
  • Hepatitis A dapat ditularkan melalui makanan, minuman, atau benda yang telah terkontaminasi dan, jika tidak diobati dengan baik, dapat berkembang menjadi gagal hati.
  • Vaksinasi hepatitis A menawarkan hampir 100% perlindungan terhadap penyakit ini dan efektif seumur hidup.

 

Hepatitis A and B: Prevention Through Vaccination

Virus hepatitis merupakan infeksi yang menyebabkan inflamasi pada hati Penyakit ini terdiri dari beberapa jenis, termasuk hepatitis A, B, C, D, dan E, semua dibedakan berdasarkan cara penularan serta dampaknya pada tubuh. Selain inflamasi hati, virus tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan hati yang tidak dapat disembuhkan, artinya organ tubuh penting ini tidak dapat berfungsi kembali dengan normal. Jika tidak diobati, infeksi hepatitis dapat menyebabkan inflamasi hati kronis yang dapat mengarah ke sirosis hati sehingga penderita berisiko tinggi terkena kanker hati.

Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang dapat ditularkan melalui makanan, minuman, atau benda yang telah terkontaminasi. Infeksi ini akan menyerang usus sebelum menyebar perlahan ke hati, yang menyebabkan inflamasi hati sekitar 1-2 minggu setelah terjadinya infeksi awal. Infeksi tersebut menyebabkan kelelahan, hilangnya nafsu makan, dan penyakit kuning. Infeksi yang tidak diobati dengan baik dapat berujung pada gagal hati dan kematian.

Penderita yang telah pulih dari infeksi hepatitis A akan menjadi kebal terhadap jenis penyakit tertentu setelahnya, seperti halnya orang-orang dengan imunitas terhadap virus tersebut, termasuk mereka yang telah menerima vaksin hepatitis.

Vaksinasi hepatitis A

Vaksin untuk hepatitis A dapat menawarkan hampir 100% perlindungan terhadap penyakit ini, dengan imunitas yang didapatkan dari prosedur yang bertahan seumur hidup penerima vaksin tersebut. Vaksin dapat diberikan sejak umur satu tahun ke atas, yang merupakan umur saat anak-anak kerap dibawa ke luar rumah oleh orang tua mereka pada umumnya, atau saat mereka mulai memasuki suatu lembaga pendidikan. Kedua situasi tersebut dapat menempatkan anak-anak ini pada risiko tinggi penularan melalui makanan, minuman, atau benda yang telah terkontaminasi.

Proses vaksinasi diberikan dalam 2 kali suntikan, dengan jarak enam bulan antara setiap suntikan. Orang dewasa tanpa imunitas terhadap vaksinasi hepatitis A dapat menerima 2 kali suntikan dengan jarak 6-12 bulan atau berdasarkan anjuran dan saran dari dokter mereka.

Kategori orang yang dianjurkan menerima vaksin hepatitis A

  • Wisatawan yang berkunjung ke daerah yang baru saja terjangkit wabah hepatitis A, dengan vaksinasi yang dianjurkan untuk dilakukan sekitar satu bulan sebelum dimulainya perjalanan.
  • Orang-orang yang berinteraksi secara rutin dengan penderita hepatitis A.
  • Orang yang bekerja dengan penderita atau berisiko tertular virus dari orang-orang, hewan, atau lingkungan sekitar mereka, termasuk perawat atau mereka yang bekerja di fasilitas manajemen air limbah.
  • Pria yang terlibat dalam hubungan seksual sesama jenis.
  • Pengguna segala jenis obat-obatan terlarang.
  • Penderita inflamasi hati kronis.
  • Orang yang bekerja di rumah sakit atau fasilitas laboratorium.
  • Koki dan juru masak yang secara rutin berinteraksi dengan bahan makanan mentah.

Hepatitis B

Hepatitis B terjadi akibat penularan virus hepatitis B (HBV), yang termasuk penyakit berbahaya karena risikonya dapat berujung pada inflamasi hati kronis, gagal hati, sirosis hati, dan kanker hati jika tidak diobati dengan baik. Penyakit ini dapat ditularkan lewat persalinan serta kontak dengan darah atau luka penderita virus ini yang telah terkontaminasi. Hubungan seksual dan penggunaan bersama benda tajam atau barang bawaan pribadi, termasuk jarum suntik, alat cukur, dan sikat gigi, dapat meningkatkan risiko seseorang tertular hepatitis B.

Vaksinasi hepatitis B

Vaksinasi ini dianggap sebagai vaksinasi kanker pertama karena kemampuannya untuk mencegah kanker hati yang merupakan dampak dari infeksi hepatitis B, yang menyebabkan hingga 80% dari semua kasus kanker hati. Selain itu, kanker hati adalah penyebab kematian kedua terbesar dari segala jenis kanker di seluruh dunia.

Vaksinasi hepatitis B mengandung protein dari permukaan sel virus HBsAg yang menyebabkan infeksi hepatitis B. Namun, jumlah protein yang diberikan dalam vaksin menstimulasi tubuh hingga menghasilkan antibodi yang efektif dalam melawan penyakit ini. Vaksin dapat diberikan setelah persalinan, sebanyak 3 kali suntikan, sama dengan jumlah suntikan yang diberikan ke orang dewasa. Suntikan kedua harus diberikan satu bulan setelah pemberian vaksin pertama, dan suntikan ketiga harus diberikan lima bulan setelah suntikan kedua.

Setelah seseorang menerima ketiga suntikan vaksin hepatitis B, telah diketahui secara umum bahwa tubuh akan membangun imunitas sebesar 97% terhadap penyakit tersebut, yang kemudian akan bertahan hingga seumur hidup. Namun, 1-2 bulan setelah suntikan yang ke-3 diberikan, pasien harus melakukan tes darah untuk menganalisis adanya imunitas hepatitis B, jika tidak ditemukan imunitas, staf medis akan mempertimbangkan pemberian vaksin selanjutnya.

Kategori orang yang dianjurkan menerima vaksin hepatitis B

  • Bayi baru lahir, bayi usia di bawah 4 bulan, dan remaja yang belum menerima vaksin saat lahir.
  • Orang-orang yang berinteraksi langsung dengan penderita hepatitis B, seperti dokter dan staf yang bekerja di rumah sakit.
  • Pasien dengan gangguan hati kronis
  • Pasien dengan gangguan ginjal kronis yang memerlukan penanganan dialisis ginjal.
  • Pasien yang wajib melakukan transplantasi darah secara rutin.
  • Pengguna obat-obatan terlarang dengan jarum suntik.
  • Wisatawan yang berkunjung ke daerah yang terjangkit wabah hepatitis B.
  • Kelompok orang yang berisiko tinggi karena kebiasaan perilaku mereka, contohnya mereka yang sering berganti-ganti pasangan untuk berhubungan seks.

Karena bahaya virus hepatitis berbeda-beda satu sama lain, vaksinasi hepatitis bagi setiap orang hanya dapat menawarkan perlindungan terhadap jenis virus tertentu saja. Oleh karena itu, jika seseorang memerlukan setiap bentuk vaksinasi hepatitis, mereka harus dipastikan untuk menerima vaksin yang paling sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Untungnya, saat ini terdapat vaksinasi yang memberikan perlindungan terhadap hepatitis A dan B dalam suntikan yang sama. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang vaksinasi ini, berkonsultasilah dengan dokter Anda atau kunjungi rumah sakit yang menawarkan penanganan penyakit ini.

 

 

Mengirim Pertanyaan Ringkas

Please complete the form below and we'll get back to you within 48 hours with a response

Rate This Article

User rating: 3.33 out of 5 with 3 ratings

Dokter yang Disarankan

Pathipat Durongpongkasem, M.D. Ringkasan: Internal Medicine Gastroenterology