Share the message

Transplantasi Sumsum Tulang Haploidentik

Perawatan Inovatif untuk Pasien Pengidap Kanker

Transplantasi Sumsusm Tulang Haploidentik

Pengobatan terobosan untuk pasien thalasemia dan kanker menggunakan sel punca keluarga tanpa harus menunggu donor lagi.

  • 96% Tingkat Kelangsungan Hidup Satu Tahun – Transplantasi Sumsum Tulang (BMT)
  • 0% tingkat kematian dalam 100 hari setelah transplantasi pada anak-anak dengan Talasemia yang menjalani Transplantasi Sel Punca Haploidentik

 

Tim Pakar Onkologi Anak

Prof. Suradej Hongeng, M.D.

Assoc. Prof. Samart Pakakasama, M.D.

Pornchanok lamsirirak, M.D.

Transplantasi Sumsum Tulang Haploidentical

Transplantasi sumsum tulang untuk pasien penderita kanker terkait darah (leukemia) dan gangguan darah tertentu (talasemia), meliputi penggantian sel-sel pembentuk darah tidak sehat pasien dengan sel-sel sehat yang cocok dengan jenis jaringan pasien. Guna memperluas kumpulan donor yang potensial, tim Hematologi dan Onkologi Pediatri di Rumah Sakit Anak Samitivej telah mengadopsi “Transplantasi Sumsum Tulang Haploidentical” dan melalui prosedur tersebut, seorang kerabat tingkat pertama yang sehat – orang tua, saudara kandung, atau anak – dapat menjadi donor.

Apa Yang Dimaksud Dengan Transplantasi Sumsum Tulang Haploidentical?

Gangguan sumsum tulang menyebabkan kelebihan sel darah yang rusak dan dapat menyebabkan tubuh memproduksi sel darah sehat pada tingkat yang lebih rendah. Transplantasi sumsum tulang memungkinkan sel darah sehat milik donor untuk diinfuskan ke sel darah pasien. Setelah hal ini dilakukan, produksi sel darah yang sehat dapat dilanjutkan.

 HLA (antigen leukosit manusia) adalah protein atau penanda yang ditemukan pada sebagian besar sel di dalam tubuh. Sistem imun menggunakan penanda ini untuk mengenali sel-sel yang termasuk dan yang tidak termasuk dalam tubuh. Karena sebagian besar transplantasi sumsum tulang hanya bisa berhasil ketika donor memiliki pasangan genetik HLA sepenuhnya dengan pasien. Dalam banyak kasus, terutama dengan pasien anak, masa tunggu untuk donor seperti itu dapat memakan waktu lebih lama daripada kemampuan bertahan hidup sang pasien. Kemungkinan menemukan donor non-HLA lengkap adalah rendah, yakni 1 dari 50.000 orang. Orang tua selalu separuh cocok untuk anak-anak mereka dan sebaliknya.  Saudara memiliki peluang 25 persen bisa menjadi pasangan yang pas.

Transplantasi sumsum tulang haploidentis diperkenalkan sebagai alternatif. Dengan menggunakan metode transplantasi haploidentik, berbagai donor yang tersedia dapat diperluas, ini akan meningkatkan peluang pasien untuk sembuh.  Artinya adalah dalam banyak kasus, orang tua kandung atau anak kandung pasien dapat menjadi donor tanpa HLA yang cocok seratus persen.

Apa Prosedurnya? 

  1. Penilaian penyakit pasien dan penyaringan antibodi HLA dan konfirmasi pada penerima dan donor.
  2. 2 Pra transplantasi: pemeriksaan kesehatan pasien yang mendalam, pemeriksaan dan evaluasi kesehatan donor termasuk penyakit ginjal dan hati, penyakit kronis, pengobatan topikal, infeksi sebelumnya dan pemeriksaan fisik.

3. Transplantasi: 3 tahap berikut biasanya membutuhkan waktu selama satu bulan.

  1. Mengondisikan kemoterapi untuk mengangkat atau mengurangi sumsum tulang dan kelenjar getah bening di tempat kanker terbentuk.
  2. Mengumpulkan sel induk dari donor dan dipindahkan ke pasien.
  3. Menunggu sel-sel dari donor berfungsi dengan efektif di susum tulang pasien, biasanya membutuhkan waktu 2-4 minggu.

4. Pasca-transplantasi : Panggilan untuk tindak lanjut setiap 1-2 minggu untuk 3 bulan pertama,  kemudian tindakan lebih jarang untuk 1-2 tahun berikutnya.

Tiga minggu setelah transplantasi, akan menjadi jelas apakah tubuh pasien telah berhasil menerima sumsum tulang baru. Jika tidak, pasien dapat menunjukkan gejala-gejala berikut: ruam, muntah, pengelupasan kulit dll. Kasus penolakan transplantasi jarang terjadi, tetapi jika hal ini terjadi, efek dapat dikurangi atau disembuhkan dengan menggunakan fotoferesis Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini:

Keseluruhan proses transplantasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 bulan, selama berlangsungya proses itu, pasien harus dirawat inap di rumah sakit.

Setelah transplantasi, pasien harus mengonsumsi obat imunosupresif selama enam bulan.

 Untuk siapa?

  • Penyakit hematologis: talasemia
  • Keganasan hematologis: leukemia, limfoma
  • Tumor padat
  • Kegagalan sumsum tulang: anemia aplastik
  • Defisiensi imun primer / galat metabolisme sejak lahir

Transplanatasi Haploidentik di Rumah Sakit Samitivej

Transplantasi haploidentik dilakukan oleh tim multidisiplin dari Hematologi Pediatri dan Ahli Onkologi, Pediatric Pulmonologists, Ahli Jantung Anak, Psikiater Pediatrik, Dokter Gigi Pediatrik, Ahli Gizi, Apoteker, Perawat Ward, Teknisi Lab dan Unit Bank Darah, Perawat Pengendalian Infeksi dan sebagainya. Tim ini dipimpin oleh Profesor Suradej Hongeng, M.D., Associate Professor Samart Pakakasama, M.D. dan Pornchanok Iamsirirak, M.D.

Fasilitas kami termasuk 6 kamar pribadi dengan filter HEPA dan ventilasi tekanan positif, 4 fasilitas pemanenan sumsum tulang di ruang operasi, dan klinik rawat jalan berkualitas tinggi untuk orang dewasa dan anak-anak.

Sejak 2015, Rumah Sakit Anak Samitivej telah mengawasi empat puluh enam kasus transplantasi sumsum tulang, di mana 17 kasus adalah HSCT Haploidentical dengan 100% tingkat kelangsungan hidup satu tahun dan 100% sel berkembang biak dan mulai membuat sel induk darah baru (engraftment) dalam 30 hari. Tahun 2016, banyak dokter kami mempublikasikan artikel-artikel riset medis tentang kesuksesan transplantasi haploidentik.

Samitivej adalah satu-satunya rumah sakit di Thailand yang menyediakan tindakan fotoforesis, menggunakan sebuah mesin yang mengurangi efek samping transplantasi sumsum tulang pada pasien anak.

 

 

Mengirim Pertanyaan Ringkas

Please complete the form below and we'll get back to you within 48 hours with a response

Rate This Article

User rating: 5 out of 5 with 3 ratings

Dokter yang Disarankan

Pornchanok Iamsirirak, M.D. Ringkasan: Pediatrics Pediatrics
Professor Samart Pakakasama, M.D. Ringkasan: Pediatrics Pediatrics
Professor Suradej Hongeng, M.D. Ringkasan: Pediatrics Pediatrics